Naik Motor Ke Base Camp Cikuray

Akhir pekan yang mumet kalo tidak keluar kandang. Pusing pala mimin arggghhhh #edisi lebay haha

Mimin cabut ke Bandung akhir pekan ini. Sepanjang jalan ke Bandung diguyur hujan byurrrrr. Celana bagian pantat, bagian ketiak kanan basah gegara jas hujan bolong tapi tak apa yang penting sampai dengan selamat.

Esok harinya, mimin cuci motor dilap saja biar terlihat kinclong saja. Mimin mencoba ke Garut dengan memutar jauh via Majalaya, Kamojang, Samarang dan Cikuray via Kiara Jenggot. Kenapa memutar karena ingin merasakan jalan Kamojang yang tanjakan dan turunan serta kelokan yang ekstrim.
Jembatan di Jalur Baru
Tanjakannya mantap

Tiba di pertigaan Samarang, lalu belok ke kiri menuju arah Tarogong Garut atau arah ke Nagreg. Di Pom bensin samping Jalur base camp Gunung Guntur mimin istirahat sambil neduh di pohon rindang. Makan batagor yang dibeli di Kamojang 6rb-an/bungkus dan cemilan yang dibawa dari rumah. Saya berhenti di sini karena ragu antara ke Cikuray atau Guntur. Saya pilih Cikuray saja karena karena Base camp Guntur mudah dijangkau.
Gn. Guntur tertutup awan (lokasi Pom Bensin samping jalur pendakian Guntur Via Citiis?) 

Selesai istirahat Cabut lagi menuju Cikuray, melalui kota Garut dan masuk jalan ke Singaparna, Tasikmalaya. Letak menuju BC (base camp) Kiara Jenggot yaitu setelah lapangan Golf. Mimin ambik kanan menuju jalan Genteng dan ada pasar Sehatnya di sini. Jadi, kita bisa beli sesuatu dulu di sini sebelum daki ke Cikuray. Jalan genteng ini lurusnya ke arah Bayongbong Cikajang, jadi jangan lurus terus ya, nanti ada pertigaan ada rumah warna oren yaitu Willi Motor belok ke kiri. Memang jalannya tidak terlihat dibeton alias berbatu kerikil kecil tetapi setelahnya ada jalan beton lagi kok kemudian aspal kemudian kerikil lagi kemudian beton lagi dan saat ke atas lagi aspal lagi hehe. Beton aspal dan kerikil mewarnai jalur Cikuray via Kiara Jenggot. Tetapi yang terpenting motor dan mobil masuk ke BC Kiara Jenggot.
Pasar Sehat Genteng

Oh, iya sepanjang jalan ke BC ini banyak polisi tidurnya dan menanjak pula, operan gigi motor di kisaran gear 2 sepanjang jalur ini. Banyak para petani yang memikul kayu bakar atau pun rumput untuk dibawa ke rumah. Bila pulangnya paling-paling mimin akan matikan mesin motor saja biar melaju diturunan yang sebelumnya tanjakan hhe.
Jalan kerikil
Jalan beton nanjak

Tibalah di BC Kiara Jenggot berupa warung dan tempat istirahat di rumah panggung. Saya pesan kopi panas dan mengobrol dengan orang yang mengurus pendakian. Pendakian via Kiara Jenggot ini sudah beroperasi selama 4 tahun (2014). Dan dapat info terbaru bila mendaki via sini nanti saat sampai di BC dapat piagam penghargaan. Mimin tahu karena diperlihatkan piagamnya oleh pak Asep yang mengurus Pendaftaran pendakian. Biaya pendakian di sini sebesar 15rb dan parkir motor 5rb saja.
BC Kiara Janggot
Parkir motor pendaki
Peta Ke Cikuray via Janggot
Kamar Mandi BC Kiara Janggot

Sekian informasi dari mimin dari Base Camp pendakian Cikuray Via Kiara Jenggot. One day kita akan mendaki ke mari bersama teman teman. Amin.

FYI:

Biaya Daki = 15ribu
Parkir Motor =5ribu (terserah sebetulnya)
Dapat Piagam bagi yang sudah mendaki di sini.

Dari Jakarta.
Naik jurusan Jakarta-Singaparna(Tasik) berhenti di pertigaan jalan Genteng. Setelah lapangan golf.
Naik Ojek dari pertigaan ke Base camp Rp. 25rb (kata pak Asep BC kiara Janggot).




Servis Motor Honda Gratis Masa Garansi

Rain... Rain... Rain...
Go Away.
Come again another day.
Mimin wants to play.
Rain... Rain... Go away!

Bulan Nopember musim hujan sob. Jadi malas kemana-mana. Tapi jangan malas kalau sesuatu yang sudah waktunya dikerjakan seperti perbaikan motor atau servis motor. Sayangkan kalo tidak di servis motornya gara-gara hujan, lebih baik basah dari pada motor cepat rusak.
Bengkel AHASS Haurgeulis

Kali ini, mimin sudah menservis motor yang kedua kalinya di bengkel resmi AHASS Honda. Mimin pilih bengkel resmi di Deassy, Indramayu. Lokasi yang lebih dekat dengan tempat kediaman. FYI, pemeliharaan motor yang bergaransi bisa di bengkel mana saja selagi bengkelnya bengkel honda. Mimin beli di Bandung dan servis motor di Indramayu.
Garansi dan struk servis gratis kedua

Mimin mendapatkan garansi servis motor 3 kali menurut AHASS jadi, mimin tinggal satu kali servis lagi. Nah, syarat perbaikan motor gratis bergaransi harus mengikuti petunjuk di bukungaransi yang telah dikeluarkan oleh dealer kita membeli.

1000 KM

Artinya kilometer maksimal ditunjukkan di odometer motor mimin. Mimin servis ke bengkel tidak boleh lebih dari 1000 km. Saat mimin servis gratis pertama, posisi di board motor menunjuk di posisi KM 605. Servis pertama dapat oli gratis. Lalu dari pihak Ahass mencatat di buku garansi kita dan mencatat tanggal servis berikutnya yang ditentukan mereka. Saat itu mimin dicatat untuk diservis di bulan Oktober.

4000 KM

Servis kedua board motor di posisi 2039 KM. Yang penting tidak melebihi km 4000 atau di bawah km 1000. Mimin percayakan motor diservis di tempat yang sama saat servis pertama. Servis motor gratis dan untuk pergantian oli bayar sendiri. Pilihan motor bebek supra pakai oli mpx 1 yang memang khusus untuk motor gear.

Selanjutnya, pihak bengkel mencatat di buku garansi paling akhir bulan Februari 2019 dengan batas maksimal KM 8000.

8000 KM

Februari 2019??

Sekian, pengalaman mimin servis motor gratis bergaransi. Bagaimana dengan pengalaman motor baru sobat? Hhe

Motor-motoran ke Pemalang

Bangun Pagi di hari Minggu, sudah mimin rencanakan bahwa hari ini mimin harus pergi untuk berkenalan dengan orang tua yang anaknya adalah yang mimin kagumi. Hari itu mimin sudah mengetahui alamatnya.

Sebelumnya ya mimin cerita dulu ya bagaimana mimin bisa dapat alamat itu hehe. Pertama mimin bertanya kepada teman dekatnya tapi mereka tidak tahu persis alamatnya. Meminta alamat ke perempuan tersebut dan hasilnya mimin tidak diberi tahu. Ouuhhh #sedih. Lalu mimin secara tidak sengaja menemukan amplop paket di kantor mimin bekerja. Ternyata eh ternyata.. Di sana ada alamat perempuan tersebut, amplop tersebut adalah dokumen yang dikirimkan dari orang tuanya. Senang campur sedih sih, mencari kemana-mana tidak dapat eh malah datang sendiri. Ya sudahlah mimin hanya melihat sekilas alamat tersebut, mimin  tidak tidak nyatat di buku kok (ngeles haha). 

Sekarang ke depan ya ceritanya, tadi flashback ya hehe. Pagi hari mimin dandan seadanya, mempersiapkan diri dengan membawa tas baju seperlunya. Tapi sayang saat di jalan mimin lupa bawa kaos tangan dan baju, untuk sarung tangan baru sadar waktu sudah perjalanan dan baju saat di Pemalang. Tidak apa-apalah ini pengalaman saja.

Btw, Selama perjalanan bermotor ini mimin berhenti di kota-kota yang menurut mimin bagus saja. Pertama istirahat di Seberang Alun-alun Kota Brebes. Perjalanan dari Indramayu ke Brebes menghabiskan waktu selama +- 4 dari pkl. 07.00 sampai dengan 11.00. Lalu tiba di Tegal pukul 11.30 mengabiskan 1/2 jam perjalanan. Kemudian tiba di Kota Tujuan Pemalang pkl. 12.00 lebih, sama sama 1/2 jam perjalanan.
Alun alun brebes
Tegal kota Laut
Kota Ikhlas

Tiba di kota Pemalang. Mimin kelaparan nih, mimin mencari makanan khas Pemalang yaitu nasi Grombyang. Mimin tiba di nasi Grombyang Pak Warso. Mimin parkir di depan warungnya dan duduk menikmati kipas angin yang ada di sana. Udara di sini panas memang karena dekat dengan laut atau merupakan dataran rendah. Mimin memesan nasi khas sini dan mimin diberikan semangkuk kecil nasi grombyang, 7 sate dalam sepiring dan satu gelas teh hangat. Mimin istirahat cukup lama di sini. Selama di sini warung ini banyak dikunjungi orang-orang bermobil seperti sekeluarga, sepertemanan dan sepersendirian. Ada ya sepersendirian? Ya itu saya yang sendiri hhe.
Nasi Grombyang Rp. 45.000

Di sini saya termenung, tujuan belum tercapai, pikiran mimin pun melayang. "nanti alamatnya dimana, nanti ngobrol tentang apa". Sudahlah jadi diri sendiri saja amiin. Niat sudah bulat langsung mencari ke tkp, dan pikiran mundur lagi. Mimin perlu dukungan dari luar diri juga tapi entah dari mana dukungan eksternalnya yang ada hanya dukung dari diri mimin sendiri. Pengen nangis sebetulnya hihiks.. Tidak ada yang nyuruh kemari, alamatnya pun alamat mencuri bukan karena diberi. Sudahlah saya pencuri memang.

Sambil berjalan di jalanan mengendarai motor, dari pada bingung mending istirahat dulu. Mimin cari penginapan yang mimin tag dari smartphone tetapi saat mimin masuk, malah sudah fullbook. Sedih juga mimin nih padahal masih siang lho, apa karena full gara-gara hari ini Sabtu. Mimin cari lagi yang murah, masuk jalan ke dalam dan mimin temukan penginapan Dewi Sri di jl. Tidar Bromo. Mimin pesan kamar yang paling murah, mimin dapat yang 100rb. Mimin diantar ke kamar mimin oleh wanita tua #emak-emak maksudnya. Mimin langsung rebahan saja. Btw, saat mimin keluar, kuncinya di mana ya? Mimin tanya ke resepsionis.
"maaf mas, kamar saya ada kuncinya tidak?" tanya mimin.
"tidak ada mas, tutup saja pintunya nanti aman kok" kata resepsionis.
Hotel budget 100rb

Weleh-weleh kok bisa ya pesan kamar tapi tidak ada kuncinya. Apa karena harga 100rb? Padahal di Jogja saja penginapan harga tersebut dapat kunci, dapat kue dan segelas teh. Ya sudahlah mimin geleng-geleng kepala saja. Yang penting mimin bisa tidur dan barang yang berharga mimin bawa saja kalau hendak keluar.

Pukul 15.00 alarm berbunyi mimin mandi dan shalat Ashar. Mimin berdoa semoga buat diri sendiri saja agar selamat. Semoga lancar amiin. Setelah itu mimin keluar penginapan dan langsung mencari alamat sang perempuan. Mimin tiba di alamat pkl. 16.00. Sebelumnya mimin nanya-nanya ke tetangga yang menurut map ada di sekitar sini.

"maaf bu, ada yang tahu alamat atas nama bapak fulan?" tanya saya.
"maaf mas saya tidak tahu, coba deh ke depan tanya lagi" jawab warga sekitar.

Mimin yang ahli map(sok ahli) jadi tidak berkutik di sini, udah udara panas, deg-degan pula haduh bercampur pokoknya. Sampai sampai mimin membuka GPS (gunakan penduduk sekitar). Mimin jalan masuk ke dalam dan menemui penduduk yang sedang lewat. Mimin tanya saja penduduk yang lewat sini dan terlihat asli warga sini.

"maaf, bu alamat atas nama fulan dimana ya?" tanya mimin lagi.
"Ouh, coba mas jalan ke depan saja di ujung sana ada mesjid dan di sampingnya tuh ada rumah" jawab penduduk setempat.

Jreng... Jreng.... Jreng.... Mimin lajukan motor menuju arah rumahnya, dan di depan rumah tersebut kok banyak orang yak, lalu mimin permisi kepada mereka dan tiba-tiba perkumpulan mereka bubar. Salah saya apa ya, sampai-sampai perkumpulan bubar begitu, apa mimin saingan mereka tuk mendapatkan kembang kota ahaha (jangan dianggap serius ya).

Mimin juga dag dig dug saat itu. Mimin senang bisa ketemu rumahnya dan sekarang episode bertemu dengan emak dan bapaknya, berdoa saja.....

Bersambung... 

Review Headset Cognos C1

Mimin kali ini akan merepiu barang yang mimin beli dari promo Lazada. Barang tersebut yaitu headset bluetooth Cognos C1.
Yuk, kita lihat screenshoot pembelian dari Laza**.
Mimin beli dengan harga 135rb yang harganya sudah masuk promo atau flash sale. Beberapa hari sepertia biasa barang sudah sampai dengan keadaan sehat wal afiat sehat sentosa hhe. Maksudnya barang aman pokoknya.

Hasil unboxing Cognos C1, hanya terdiri dari headset dan kabel jack 3.1 jangan mengharap ada yang lain-lain bonusnya yak, ini hanyaj headset bluetooth.

Setelah pemakaian mimin dapat sedikit menyimpulkan ya apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:
1. Suara headset sangat jernih. Sampai-sampai teman yang sedang ngobrol dengan mimin tidak terdengar hhe. Kasihan digondokkin tuh teman saya gegara headet ini.
2. Penggunaan tanpa kabel/wireless menggunakan bluetooth klo tidak mau ribet ada kabel.
3. Tersedia juga kabel jack 3.1 bila batrei headset habis. Suaranya juga tidak kalah dengan bluetooth.
4. Headset bisa muat untuk kepala besar atau pun kecil karena ada pengukurnya. Selain itu bisa di lipat agar tidak memenuhi tempat di tas bila hendak bepergian.

Kekurangan
1. Daya tahan batrei headset ini cuma cukup 1 jam bila dinyalakan full time. Tetapi pengecasan juga cepat dengan menggunakan charger xiaomi.
2. Tidak ada charger khusus cognos. Jadi mencharger pakai charger smartphone.
3. Penampilan headset ini sayangnya menurut saya kurang stylish. Saat dipakai mimin bercermin ke cermin dan mimin terlihat jelek haha. Maaf maksudnya ukuran headset melengkung dengan ukuran besar jadi menurut mimin headset ini enaknya dipakai di kamar dibanding dipakai untuk jalan-jalan.
Kurang stylish (orangnya haha) 

Itu saja ulasan dari mimin semoga membantu sahabat sahabat yang hendak ingin membeli headset atau yang galau ingin membeli headset.

Menikmati Perjalanan Sinar Jaya dari Cikamurang Ke Wonosobo Dan Sebaliknya

Bis Sinar Jaya Jakarta-Wonosobo

Kami mencoba menaiki bis Sinar Jaya
menuju Wonosobo tepatnya di terminal Mendolo, Wonosobo. Untuk perjalanan mendaki gunung Sindoro di Kab. Temanggung yang bertetanggan dengan Wonosobo. Kami memulai perjalanan bukan dari Jakarta tetapi kami mulai dari rest area Sinar Jaya Cikamurang Indramayu. Jadi kami akan menaiki bis jurusan Jakarta Wonosobo atau daerah sekitar Jakarta dengan jurusan Wonosobo.
Bus Sinar Jaya

Seperti biasa kami menanyakan ketersediaan bis jurusan Wonosobo ke bagian teller tiket. Kami hanya diminta pembayaran dan tiketnya akan diserahkan setelah bisnya sudah sedia berangkat dengan panggilan speaker yang ada di sekitar ruang tunggu.

Tiket dari Cikamurang Ke Wonosobo hanya Rp. 70.000 sahaja. Ketersediaan bus Wonosobo dari Cikamurang dimulai pkl. 23.00 dan terakhir pada pkl. 01.00 dini hari. Kami mendapatkan bis tersebut pada pukul 23.00.
Interior bus sinar jaya

Perjalanan dimulai dari Cikamurang, masuk tol Cipali dan keluar tol Brebes lalu masuk ke Bumi Ayu, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, dan Tujuan akhir ke Terminal Mendolo Wonosobo. Waktu tempuh dari pkl. 23.00 dan tiba di Terminal Mendolo pkl. 6.30. Total perjalanan kami 7,5 jam perjalanan. Ada sedikit antrian di sekitar Bumi Ayu karena jalanan yang kecil dan berkelok-kelok. Kami tiba dengan selamat dan bersiap untuk menaiki kendaraan kembali menuju arah Magelang. 

Bis Sinar Jaya Wonosobo-Bogor

Setelah selesai mendaki dari 2 hari lalu kami segera menuju terminal mendolo. Kami tiba di hari Sabtu sore di terminal Mendolo Wonosobo. Dengan memakai ransel yang berisi peralatan daki yang dari saban awal dan akhir beratnya sama saja hehe, harusnya pulang itu ranselnya ringan, dan ini malah gak jauh beda dengan saat mendaki hmm. Kami pergi ke tiket Sinar Jaya dan kami meminta tellernya untuk berhenti di tol cipali km 130 bila tidak berhenti di rest area Cikamurang.

Kami tiba di terminal pkl. 16.00 sore hari. 
Harga tiket dari Wonosobo ke Cikamurang dianggap sama dengan arah ke Jakarta dan sekitarnya. Jadi harga tiketnya Rp. 100.000 beda selisih 30ribu dari arah sebaliknya (Cikamurang-Wonosobo). Menurut teller tiket, bis jurusan ke Cikamurang bisa memakai bis Sinar Jaya jurusan apa saja yang penting ke arah Jakarta. Kebetulan bis yang saya dapatkan yaitu jurusan Wonosobo Bogor. Tidak apa-apa yang penting tiba sampai kampung dengan selamat.

Keberangkatan bis dari Wonosobo dimulai pukul 17.00. Kami dijanjikan berangkat pkl. 17.00 eh ternyata bis berangkat pukul. 18.00 kurang karena menunggu penumpang yang sudah pesan tetapi belum naik ke bis.

Perjalanan pulang ini berbeda dengan saat kami berangkat. Saat ini, jurusannya tidak ke Purwokerto, Ajibarang, dan Bumi Ayu tetapi rutenya yaitu ke Pemalang!!! Wow kok bisa ya? Hhe. Apa karena bila melalui Bumi ayu takut kena macet, atau memang tidak ada penumpang yang berasal dari Purwokerto? Jadinya tidak melewati rute yang disebutkan. Rute baru yang kami tuju yaitu Wonosobo, terminal Sawangan, Purbalingga, lalu ke utara ke Randudongkal dan selanjutnya ke kota Pemalang tepatnya di tugu Sirandu Pemalang dan berbelok ke kiri menuju luar Pemalang. Dan berhenti sejenak di rest area sinar jaya Pemalang.
Suasana jalan antara Purbalingga Pemalang

Melewati Pemalang ini merupakan pertama kali bagi kami. Kab. Pemalang yang selalu hidup dan ramai di sepanjang jalan sampai tugu sirandu. Banyak pedagang kaki lima dan para tukang becak. Ingin kami mencoba makanan dan minuman atau sesuatu yang khas di sini. Tapi sayang kami hanya naik bis yang tidak bisa sesuka hati berhenti hhe.

Kami lanjutkan perjalanan dari Pemalang lalu Tegal, Brebes dan masuk tol Cipali dan ternyata bus ini masuk rest area di Cikamurang. Padahal kami sudah pasang alarm agar tidak bablas sampai Jakarta. Tapi bersyukur saja bisa berhenti di Rest area. Tiba di rest Area pkl. 01.00 dini hari. Perjalanan Wonosobo sampai Cikamurang sekitar 7 jam lebih cepat 0,5 jam dari pergi ke Wonosobo. Selanjutnya kami makan malam di sini sampai benar-benar sepi dan para petugas rest area merapikan meja dan kursi pada pkl 02.00. Kami tidak enak juga pada saat itu jadi kami pergi keluar dan menunggu jemputan hhe. Pada jam tersebut sudah tidak ada kehidupan di tempat tiket dan tempat menunggu bis karena pada jam tersebut bis menuju ke jawa sudah habis pada pkl 01.00 wib

Demikian pengalaman kami naik bis Sinar Jaya jurusan Wonosobo Jakarta sebaliknya dari Cikamurang. Semoga bagi sobat yang hendak mencoba seperti kami bisa jadi referensi perjalanan sobat ya hhe. See ya

Mendaki Gunung Sindoro via Kledung 2018


Pada hari Khamis, 24 Agustus 2018 ba'da Isya Kami berdua bareng teman berangkat ke rest Area Sinar Jaya Cikamurang. Seperti biasa kami menyewa mobil sampai kemari berdua dengan tarif 100rb. Bila pakai motor sendiri sih gratis tinggal minta antar ke teman hhe.

Tarif jurusan Sinar Jaya Wonosobo dari Cikamurang Rp. 70ribu. Perjalanan mulai dari pkl. 23.00 dan tiba di terminal Mendolo sekitar pkl. 6.30 Jumat pagi. Perjalanan melalui bumi ayu yang menyebabkan ada sedikit kemacetan di sini.

Turun dari bis kami menyebrang ke toko alfa yang terkenal dengan toko yang berisi manusia-manusia ransel. Di sini banyak para pendaki atau entah yang selesai mendaki yang beristirahat dimari. Kami membeli perbekalan dari sini. Kami berdua menghabiskan kurang lebih 300rb untuk akomodasi selama di atas. Tidak lupa membeli air botol besar masing-masing 3 botol plus 1 jerican kosong untuk masak-masak. Di isi saat di basecamp Sindoro.
Foto dari Alfa seberang terminal

Jam 7.30 lebih kami naik bis 3/4 jurusan Wonosobo-Magelang arah ke Magelang. Kami pun bertemu dengan pendaki lain di mobil bus ini dan mereka akan mendaki ke gunung Sumbing sedangkan kami ke Sindoro. Kami berpisah dengan mereka saat di desa Garung yaitu basecamp sumbing dan kami hanya melanjutkan 200 meter ke depan yaitu desa Kledung. Basecamp pintu masuk menuju Sindoro.
Bis 3/4 Wonosobo-Magelang

Tiba di Basecamp Kledung kami daftarkan simaksi membayar 15rb/orang dengan menyerahkan 1 KTP. Setelah itu kami beristirahat di dalam yang telah disediakan karpet untuk para pendaki. Kami bertemu dengan kawan pendaki lain di sini 3 orang yaitu dari Demak dan Ponorogo yang nantinya kita berangkat bareng. Sebelumnya kami makan nasi untuk makan pagi di depan basecamp dan kami pun membeli nasi satu bungkus untuk di atas bila sampai di camp.
Pendaftaran di base camp Kledung

Kami jadi berlima sudah ready untuk mendaki. Dan teman kami mengarahkan kepada mereka untuk naik ojek saja dari base camp ke post satu yang masih bisa dilalui motor. Kami setuju dan naik ojek dengan tarif 25rb/orang. Setelah sampai di post 1 dan lebih setengah pos menuju pos 2 tiba sekitar pkl. 10.45. Kami turun dan mulai berjalan kaki. Barang yang saya bawa benar-benar berat apalagi dengan medan yang menanjak membuat napas saya tersengal-sengal.
Pos 1,5 Ojek sampai sini saja

Setelah berjalan dengan sangat berat tibalah kami di pos 2 pkl. 11.40 dan di sini tersedia shelter atau saung yang sudah digunakan oleh para pendaki lain.

Pkl. 13.30 kami sampai di pos 3. Kami beristirahat kembali di sini tetapi permukaan tanah untuk membangun tenda di sini tidak datar alias miring. Ternyata di atas ada camp juga yaitu sunrise camp. Di sini banyak yang mendirikan tenda jadi kami tidak camp di pos 3 dan kami meanjutkan ke sunrise camp yang tidak jauh dari pos 3. Pkl. 14.15 kami sampai di sunrise camp. Kami memasang tenda di sini.

Sunrise camp batas kemah terakhir

Sepanjang masa di sunrise camp kami memasang tenda, memasak dan berjalan-jalan menuju view yang menurut kami bagus. Suhu udara di sore hari saat itu benar benar dingin. Kami memasak mie 2 bungkus/orang dan memasak air untuk menyeduh minuman sachet yang kami bawa.
Memasak mie untuk makan sore

Pukul 17.30 menjelang Maghrib kami sudah bersiap-siap tidur. Selain udara yang dingin juga suasana yang hampir mulai gelap. Saya sendiri langsung sarungan dan mulai tidur sedangkan teman kami keluar tenda untuk mengobrol dengan tetangga tenda sebelah. Kami pasang alarm pkl. 03.00 untuk persiapan menuju puncak.

Selama waktu malam, kami merasakan rasa dingin di kaki karena hanyak pakai sleeping bag untuk badan sudah aman karena sudah pakai 3 rangkap kaos dan 1 jaket. Jaket yang lainnya saya pakai untuk alas bantal.
Tidur awal sebelum muncak

Alarm hape berbunyi pkl. 02.45 wib. Kami berlima bangun dan kami memasang headlamp di kepala masing-masing. Barang-barang yang ditinggal disatukan di dalam tenda sedangkan yang kami bawa masing-masing 1 botol besar, cemilan.

Inisiatif teman saya dia membawa kompor dan jerican untuk memasak air panas agar di atas bisa minum kopi hangat.

Kami sampai di puncak pkl 6.15 terkendala dengan teman kami yang napasnya tersengal-sengal. Sedangkan teman satu yang bareng saya dari cikamurang sudah sampai di atas saat matahari akan terbit. Ketika sampai di pos 4 kami berempat berfoto-foto menunggu matahari terbit. Saya pamit kepada teman bertiga yang di pos 4 lalu saya melanjutkan ke puncak. Saya mendapatkan sunrise saat di antara pos 4 dan puncak.
Sunrise di dekat ke puncak!!!! 

Saat hampir tiba ke puncak dengan kemiringan yang lumayan sangat, mata saya merasakan perih karena asap belerang dan baunya pun sangat kuat. Pkl. 06.15 saya tiba di puncak dan teman yang lainnya menyusul tiba ke puncak.

Sesampai semua berada di puncak kami tidak jadi memasak air karena udara yang kencang serta suhu udara yang dingin dan aroma belerang yang kuat membuat kami tidak jadi memasak di sini. Kami hanya makan makanan roti dan wafer serta air yang kami bawa dari bawah.

Kami abadikan momen saat di puncak dan tidak lupa berfoto di tugu dan berfoto dengan background gunung sumbing. Sungguh kami sangat senang sekali saat di sini. Perjuangan kami tidak sia-sia kami mendapat bonus puncak setinggi 3153 mpdl. Terlihat dari puncak ini berderet gunung-gunung yang ada di sekitarnya seperti merapi merbabu dll.
Ezra(Ponorogo) , Najiib(Demak) , Mimin(Bandung) dan Rizki(Jakarta) . Taken by : Duo(Demak) 

Pkl. 07.00 kami turun kembali menuju sunrise camp dengan membawa kompor dan jerican hhe. Teman saya yang membawa jerican sampai ke camp sunrise benar-benar habis. Walaupun itu air mentah tetapi banyak pendaki yang meminta air untuk minum. Kami sudah memberi tahu bahwa air itu belum masak tetapi mereka nekad saja meminum air tersebut hhe. Kami tiba di sunrise camp pkl. 09.00 pagi perjalanan 2 jam dari puncak ke tenda kami.

Jam 11.30 kami sudah siap turun menuju bawah dari sunrise camp. Semua tenda dan peralatan lainnya sudah kami rapikan. Hari ini hari Sabtu banyak pendaki yang berdatangan kemari ke sunrise camp.

Pkl. 12.30 kami tiba di pos 2 dan beristirahat sejenak. Di sini pun ramai dengan para pendaki akhir pekan bahkan sudah ada yang pasang tenda di sini.

Pkl. 13.10 kami tiba di pertengahan pos 1 dan pos 2. Yaitu tempat mangkal para ojek di sini. Saya dengan pendaki asal Ponorogo dari sunrise camp sampai kemari bareng. Sedangkan yang lainnya ada kendala di sepatu jadi kami naik ojek duluan. Kami sampai di base camp pkl. 13.20. Kami temouh dengan ojek hanya 10 menit. Gila ini ojek kecepatannya kayak apa gitu, sampai sampai saya dibuat tegang. Tangan saya memegang gagang belakang motor sehingga tangan saya lumayan kena pegal juga menahan badan di motor dengan jalan menurun dan berkelok-kelok. Tarif ojek sama dengan saat naik yaitu 25rb.

Saya rebahan di dalam pos kledung. Dan mandi untuk siap-siap pulang kembali naik Sinar Jaya di Wonosobo.

Jam 15.00 kami saling pamitan. Orang Ponorogo sudah pamit terlebih dahulu karena mengejar bus Sugeng Rahayu ke Blitar. Dua lagi orang Demak berboncengan motor ke Demak. Teman saya dan saya naik mobil bak menuju ke Wonosobo. Kenapa bisa naik mobil bak karena saat kami akan mencari bus 3/4 ada yang menawarkan naik mobil bak. Tarif 10rb lumayan. Tetapi kami berbagi tempat dengan pendaki lainnya. Kebetulan mereka sama-sama ke Wonosobo juga dan pulang ke Jakarta. Mereka bocah-bocah pula yang masih SMA dan yang baru lulus SMA.

Kesannya setelah naik gunung Sindoro. Sangat-sangat senang sekali tapi ingat sebelum naik gunung ini persiapkan diri dengan jogging agar terbiasa saat daki di sini. Kaki saya selama 3 hari tidak bisa jongkok gaara-gara naik gunung dan sebelumnya tidak ada latihan fisik seperti joghing hehe.

Peralatan yang kami bawa saat mendaki sindoro.

*Sandang*
Keril 60l+cover
Sepatu+socks
Kupluk+gloves
Jaket2+Celana
Baju kaos/jersey
Jas hujan
Headlamp+baterai

*Papan*
Tenda 2P
Matras 2P
Sleeping bag
Blanket emergency

*Pangan*
Kompor+gas
Alat masak+Gelas
Jerigen
Permen
Mie/roti/sereal dll
Jahe/Kopi sachet dll

*Lain-lain*
Tisu basah
Smartphone+PB
Lampu emergency
Kertas HVS+Spidol
P3K
Dompet+Fulusss

Biaya ke Sindoro

Bus Sinar Jaya Cikamurang-Wonosobo Rp. 70.000
Wonosobo-Cikamurang Rp. 100.000
Bus 3/4 Wonosobo-Kledung Rp. 15.000
Mobil bak Kledung-Wonosobo Rp. 10.000
Belanja makan minum Rp. 150.000/org
Simaksi Rp. 15.000/org
Ojek ke pos 1 Rp. 50.000 2x
Makan berat Rp. 50.000
Lain-lain Rp. 100.000

Total: Rp. 560.000

Demikian dari mimin semoga bermanfaat buat agan-agan yang ingin ke Sindoro ya.


Gowes Ke Pesona Laut Eretan Indramayu


Sabtu pagi yang cerah kami bertiga Bung Kus, Om Budi dan mimin sudah siap jam 06.30 berangkat dari Gantar. Kami menikmati jalanan yang sudah dibeton dari sawah sukaslamet sampai Kroya. Berhenti di Kroya dan sarapan pagi dengan soto seharga 6ribu.
Etong dan kakap

Sukaslamet

Kami lanjutkan menuju Karang Sinom. Selama perjalanan ini kami memiliki kejadian lucu hhe. Om Budi di posisi ke tiga menyenggol becak pembawa barang bekas hha. Setiap di depan kami ada kendaraan yang berhenti maka kamk selalu memberi kode ke belakang dengan isyarat "AWAS OM BUD" mengingatkan dengan sedikit meledek hhe. Sampai di karangsinom kami berhenti di alfa. Kami membeli teh pucuk teh dan eskrim.
List menu

Melihat gps teman saya ternyata pesona lauy sudah dekat. Kami menerobos jalan pantura yang dibangun pada masa Deandels. Kami melewati pasar yang memacetkan jalan pantura pula yang juga banyak mobil elf yang ngetem.

Tiba di Pesona Laut kami langsung masuk dan duduk-duduk di gazebo. Lalu kami berfoto disini dengan latar laut jawa. Waitress menghampiri kami dengan membawa list harga ikan bakar per ons. Kami memesan ikan kakap dan ikan etong. Beberapa menit kemudian, kayaknya setengah jam deh kamk menunggu hhe, lalu kami santap pesanan ikan bakar bertiga.

Urusan bayar biar Om Bud yang bayar dan dengan 2 ikan bakar tersebut kami membayar total 270ribuan rupiah. Lumayan kenyang dan mahal pula haha. Menang di tempat saja yang dekat ke samoing laut kali ya ahaha. Di sini kami menghabiskan waktu banyak. Selonjoran bahkan tidur sejenak kamj lakukan di sini setelah melahap ikan bakar.

Beberapa jam kemudian kami cabut dan pulang dengan rute berbeda. Rute pulang kami menuju Patrol lalu Haurgeulis dan Gantar kembali. Sungguh perjalanan yang menyenangkan saat itu. Tujuan kami bersepeda ingin menyeimbangkan badan supaya bugar yang keseharian duduk di meja yang lumayan membosankan.

Rute yang kami tempuh yaitu Gantar-Sukasalamet-Kroya-Karangsinom-Eretan Pesona laut - Patrol - Haurgeulis - Gantar. Kami menempuh jarak 70 km dengan selamat. Salan gowes sob.