Review Kompas Termometer dari Consina


Aksesoris kompas termometer

Kompas dari merek pohon pinus ini dibeli seharga Rp. 23.000. Di dalamnya terdapat thermometer dan kompas tentunya. Termometer di sini ada dua alat ukur yaitu celcius dan fahrenheit. Saya beli kompas ini karena ada alat ukur suhu Celsius,  Celsius alat ukur suhu yang umum di Indonesia, sedangkan Fahrenheit sepertinya asing di telinga saya. Selanjutnya, kalo kompas saya nomor duakan,  maaf ya belum difungsikan saat ini.

Untuk karabinernya sebatas fungsi sebagai gantungan saja jadi jangan berharap karabiner ini bisa untuk panjat tebing ya hhe. Karena berfungsi sebgai gantungan jadi kekokohan dan kekuatannya hampir sama dengan gantungan kunci pada umumnya.

Percobaan kompas ini saya lakukan di Dieng, Wonosobo Banjarnegara. Saat saya keluar penginapan saya pergi ke warung untuk makan sahur saat itu. Saya mengetes penjual nasi tersebut dengan pertanyaan berikut. "Bu,  Di sini dingin banget ya,  berapa sih suhu di sini?" tanyaku, "iya ini belum seberapa bahkan di juli agustus lebih dingin lagi,  sekarang suhunya sekitar 10° C" jawabnya. Saat saya melihat termometer karabiner saya menunjukkan temperatur 15°C, jawaban ibu benar kok cuma kurang 5°Celsius.

Kemudian saya coba kembali di puncak Sikunir, sang Golden sunrisenya Dieng Wonosobo. Saat itu memang dingin sekali saat waktu shubuh, walaupun sudah pakai jaket dobel lho. Saya lihat menunjukkan temperatur 15°C di alat tersebut. Bagai mana bila suhunya 0° C yang pasti di alami di Dieng ini entah waktunya kapan, pastinya menjadi pengalaman yang seru.

Percobaan berikutnya di Batu Pandang di siang hari. Suhu di sana sesuai alat ukur ini menunjukkan temperatur 19-21° Celsius tapi sengatan mataharinya itu lho panas banget sampai kulit saya memerah. Udara dingin di sini membuat kita biasa saja saat terkena sengatan matahari bahkan merasa hangat, padahal sengatan tersebut membuat merah kulit saya. Memungkinkan panas matahari di sini sangat menyengat,  so pakai topi dan baju yang bisa melindungi kulit ya sob.

Sekian dari admin hasil laporan dari percobaan di Dieng Jawa Tengah semoga bermanfaat buat sobat-sobat ya 😀

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »