Menikmati Perjalanan Naik Bis Bandung Wonosobo PP

Selamat pagi sobat setia. Admin ingin menceritakan pengalaman naik bis AKAP yang sempat sedikit admin dokumentasikan.
Berhenti di Rest area Ciamis

Bis Bandung Wonosobo dari Bandung tersedia baru ada 2 PO bis, yaitu bus Budiman dan bus Sinar Jaya. Pool Bus Budiman berada di Cimahi Mall berikutnya berhenti di Cicaheum dan bila masih ada jatah kursi bisa berhenti di Agen Rancaekek. Kedua, bus Sinar Jaya berawal dari terminal Cicaheum dan berikutnya di agen resmi Sinar Jaya lainnya seperti di agen resmi Sinar Jaya Rancaekek (lebih tepatnya di Cipasir. Teringat dulu tempat ini adalah saksi bisu dimana saya waktu itu,  berumur 11 tahun dengan berpakaian kaos kerah dan menenteng tas berisi pensil,  buku dan al qur'an. Pokoknya jadi baper bila flash back kembali hiks. Pokoknya agen terminal Rancaekek ini menyediakan tiket bermacam-macam jurusan yang hendak ke Jawa,  selama...  tiket tersedia masih ada.
Tiket bus ke Wonosobo
Saat itu saya memang hendak ke Wonosobo,  demi mengejar matahari emas di Sikunir Dieng dan di sana juga terdapat desa tertinggi di pulau jawa berketinggian di atas 2000 meter,  beuh dingin pastinya. Lanjut ke topik,  saya tiba di loket dan saya memesan tiket ke Wonosobo. "Mas,  Wonosobo satu orang" saya bicara ke kasir loket, "Hari apa mas?" tanya kasir, "hari ini yang sore jalannya,  masih ada?" tanya saya, "masih kok, 70ribu mas" jawabnya. "Ya saya ambil satu saja buat saya sendiri" jawab saya. Setelah itu penjual tiket meminta nama saya untuk ditulis dibuku booking mungkin. Kemudian saya bayar dengan uang pas lalu mengambil kertas tiket dan menunggu kedatangan bis Sinar Jaya yang saya pesan.
Suasana di dalam bus malam hari

Pukul 17. 30 bus Budiman lewat,  tidak berhenti di sini.  Mungkin karena tidak ada penumpang yang memesan tiket di Rancaekek atau memang lebih diutamakan tiket di sini untuk keberangkatan bis Sinar Jaya. Jam 18.00 tibalah bis Sinar Jaya dari arah Bandung,  saya langsung naik bis dan mencari tempat duduk yang menurut saya pewe (posisi wueenak). Karena di depan sudah banyak tas yang di taruh di kursi berarti sudah ada penghuninya.  Saya jalan ke belakang dan saya duduk di kursi yang memang kosong. Penomoran kursi tidak berlaku di bis ini ya,  tetapi bila ada penumpang yang tempat duduknya atau nomor duduknya tepat saya duduki,  saya pasti akan pindah dan akan menempati nomor kursi yang sesuai dengan di tiket.
Plang Agen Sinar Jaya

Setengah jam kemudian,  bis Sinar Jaya melaju ke arah timur. Saya lihat sang sopir tidak ditemani kondektur sepertinya sang sopir single parent pilot dan memakai seragam resmi PO nya. Berdoa saja sang supir sudah tidur pulas sebelumnya biar perjalanan kali ini sang sopir tidak ngantukan seperti saya. Kebetulan rumah ortu saya dilewati,  ouh iya melihat suasana kampung tempat saya bermain waktu kecil dari bis terasa baper juga ya hmmm. Saya makan sedikit roti sambil mendengarkan musik di saat malam itu karena tidak ada pemandangan ketika melihat dari jendela kaca. Udara dingin dari AC membuat saya harus memakai jaket dan kupluk serta minum jamu penolak masuk angin.

Terbangun sudah sampai di markas Sinar Jaya antara Ciamis Banjar,  bus berhenti beberapa menit,  para penumpang turun untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing. PO ini tidak dapat voucher makan jadi bila hendak makan dan minum agar bayar sendiri-sendiri.  Lebih baik memilih sendiri bisa kenyang dan sesuai keinginan walaupun mengeluarkan uang dari kantong sendiri sedangkan bila dapat jatah makan dari voucher menunya terbatas dan pastinya nasinya pun pasti nasi kucing yang sudah diukur berdasarkan mangkok piring kecil.

Melanjutkan lagi perjalanan ke tujuan. Terminal yang bus singgahi yaitu terminal Purwokerto,  terminalnya bagus dan luas sayang saat itu sampai dini hari jadi tidak sempat saya foto-foto. Ada beberapa orang penumpang yang turun dari terminal ini. Selanjutnya bus menuju Purbalingga karena ada penumpang yang turun di sana juga lalu bus melewati Bajarnegara, tidak ada pemumpang yang turun di sini. Bis berhenti sebelum kota Wonosobo di rumah makan. Sopir hendak makan dulu di sini dan penumpang lainnya memanfaatkan waktu tersebut dengan pergi ke WC umum atau memesan makan. Disini bis berhenti lumayan lama dibanding saat berhenti di Terminal Purwokerto.

Pukul 02.00 dini hari, bis Sinar Jaya tiba di terminal Mendolo,  Wonosobo. Terminal Mendolo wonosobo terletak setelah melewati kota Wonosobo.  Perlu angkot kembali bila ingin ke arah kota dari terminal Mendolo.

Dua hari kemudian saya hendak cabut dari Dieng setelah menikmati pemandangan alam Dieng Plateau. Saya pergi ke terminal Mendolo.  Saat masuk ke terminal perasaan saya masih asing karena ini adalah baru kedua kalinya ke terminal Mendolo setelah yang pertama sampai waktu dinihari 2 hari yang lalu. Saya berjalan masuk ke terminal dan pertama sebenarnya saya ingin mencoba naik bus Budiman cuma saya hanya menemukan loket tiket Sinar Jaya yang terlihat jelas dari kejauhan tulisan agen Sinar Jaya nya. Saya pesan tiket di sini, tertera di tiket dengan stempel harga tiket sebesar Rp.  80.000 rupiah. "Mbak dari Bandung harga tiketnya 70ribu deh,  kok di sini berbeda?" tanya saya. "iya di sini memang segitu harganya,  berbeda dari saat di Bandung" jawab mbak agen tiket tersebut sambil sibuk menulis sesuatu.

Setelah selesai memesan tiket,  saya jalan-jalan dulu ingin melihat sekitaran terminal mendolo, agen PO bis apa saja sih yang terdapat di terminal ini. Setelah berjalan-jalan akhirnya saya melihat agen bus Budiman berada di bagian kanan terminal,  sedangkan PO Sinar Jaya berada di tengah terminal.

Ternyata selain kedua bis di atas ternyata ada bis jurusan yang ke Bandung juga,  yaitu bis PO Bandung Ekpress.  Saya mengetahui itu karena kita ngobrol-ngobrol dengan penumpang lainnya saat di bis. Tapi tetap yang paling murah ya Sinar Jaya dibanding bis jurusan yang sama lainnya.

Saat sudah tiba waktunya keberangkatan.  Seharusnya bis Sinar Jaya jalan pkl.  17.00 tetapi di perpanjang lagi nunggunya karena penumpang ke Bandung saat itu baru 2 orang termasuk saya sendiri.  Berbeda dengan jurusan selain Bandung penumpangnya lumayan. Setelah 1 jam kemudian akhirnya ada yang baru datang dan di bis menjadi bertiga dan 1 orang supir gak pake kenek. Serasa eksekutif banget sob.  Jadi kami berangkat berempat tetapi di terminal berikutnya ada beberapa orang yang akan naik bis ini.

Posisi saya berada di belakang sopir,  sesuai sih dengan nomor tempat duduk saya sendiri,  sedangkan penumpang lainnya duduk di depan juga karena kursi depan masih kosong. Malahan satu penumpang duduk di tempat untuk kenek, mungkin ingin membantu sopir kali hhe. 

Sepanjang perjalanan menuju Bandung,  kami para penumpang terdepan menikmati perjalanan ini. Kami ngobrol dengan sopir atau sesama penumpang, ngobrol apa saja yang ditanya.

Bis ini berhenti di terminal sawangan dekat Wonosobo dan selanjutnya menaikkan kembali di Purwokerto.  Bis ini tidak berhenti di Purbalingga,  mungkin tidak ada yang booking tiket dari sana dan tidak ada yang turun di sana jadi bis ini tidak melewati kota Purbalingga. Tidak melewati purbalingga juga agar mempersingkat waktu tempuh sepertinya.

Sepanjang perjalanan saya dan penumpang lain masih melek saja,  kalo saya menikmati perjalanan ini dan yang bikin tidak bisa tidur adalah kami menonton kepiawaian sang sopir dalam mengendarai bis. Terkadang kami terpacu adrenalin karena sang sopir menyalip mobil-mobil yang di depan. Nah,  yang bikin kaget saat ada mobil yang berlawanan arah menyalip mobil di depannya dan masih berada di jalur kami sehingga bis ini mengalami pengereman yang dalam,  lalu saat bis ini menyalip mobil di depan dan di arah berlawanan ada mobil yang melaju, di sini bis dengan cepat kembali menukik ke kiri agar mobil berlawanan arah bisa melaju kembali dan pastinya mobil yang berlawanan arah tersebut harus mengalami pengereman yang dalam juga.

Pokoknya sepanjang jalan jantung kami dibikin dag dig dug saat duduk di kursi depan, beda ceritanya bila duduk di belakang pastinya sudah tidur terlelap. Arah selatan dengan jalanan yang lebih kecil dibanding jalan pantura serta berkelok-kelok tentunya punya kredit poin bagi sang sopir. Sopir di jalur selatan pokoknya harus memiliki skill dewa deh menurut saya.

Saya berhenti tidak sampai terminal di Bandung saya meminta diturunkan tepat di daerah tempat saya. Dan tidak lupa saya pamit ke pada penumpang lain(mumpung sedikit) dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada sang supir yang telah mengantarkan saya sampai ke tujuan. Selanjutnya bis kembali melaju ke pemberhentian akhir di Bandung.

Demikian pengalaman admin merasakan naik bis AKAP yang memacu adrenalin dan membuat saya ketagihan ingin naik bis kembali hhe tapi dengan syarat perjalanan hari-hari biasa seperti cerita di atas. Oke salam bis mania,  Ciao!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 comments

comments
Anonymous
Jul 18, 2017, 7:03:00 PM delete

maaf mas.. izin tanya.. perjalanan pulang.. dari wonosobo akhirnya berangkat jam berapa dan sampai di bandung jam berapa? terima kasih mas..

Reply
avatar
Jul 18, 2017, 8:47:00 PM delete

pengalaman saya di atas, jadwal dari sinar jaya jalan pkl. 17.00 dan ternyata penumpangnya sedikit waktu itu jadi sang supir berinisiatif pkl 18.00 jalannya sambil menunggu ada penumpang lain yang hendak ke Bandung. dan tiba di Nagreg pkl 02.00 klo ke bandung pkl 3an menurut saya

Reply
avatar
Jul 19, 2017, 3:15:00 PM delete

ok mas.. makasih mas.. buat ancer ancer aja.. kalo kepagian di bandung juga bingung.. hehe.. bengong..

Reply
avatar
Jul 19, 2017, 8:18:00 PM delete

masama mbak :)
nunggu 2-3 jam-an mah gak terasa kok klo saya mah hhe

Reply
avatar